Selasa, 29 Desember 2015

Makalah Akhlak islamiyah :Akhlak Mahmudah dan mazmumah



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar  Belakang
Ilmu akhlak berguna untuk mengarahkan manusia dalam berbuat, entah berbuat baik atau berbuat buruk. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi modern tetapi tidak memiliki akhlak yang baik tentu  seseorang itu akan berpotensi menyalahgunakan ilmu yang dimilikinya dan bisa lebih parah lagi akan menimbulkan bencana di muka bumi ini.
Maka dari itu, Islam mengajarkan  manusia tentang akhlak agar manusia tidak kehilangan derajat kemausiaannya. Mempelajari akhlak juga berguna untuk membimbing manusia dalam melakukan sesuatu.  Dengan mempelajari serta mengamalkan ilmu akhlak diharapkan manusia mampu untuk mengendalikan diri, memperhatikan kepentingan orang, lebih toleransi dengan orang lain dan mampu memupuk rasa persatuan dan kesatuan dalam hidup bermasyakat dan bernegara  .

1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa definisi akhlak Islamiyah?
2.      Apakah  pengertian dan  macam – macam   akhlak Al Mahmuudah dan Al Madzmuumah?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi Akhlaq Islamiyah
2. Untuk mengetahui perbedaan akhlaq Mahmudah dan Mazmumah
3. Untuk mengetahui macam-macam Akhlaq mahmudah dan mazmumah







BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Definisi Akhlak Islamiyah
Akhlak islamiyah   merupakan system  moral/akhlak yang  berdasarkan islam, yakni bertitik tolak dari akidah yang diwahyukan Allah pada nabi/Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya.
     Sumber pokok dari akhlak islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits yang    merupakan sumber utama dari agama islam itu sendiri.
  Dinyatakan dalam sebuah hadits Nabi:
عَنْ اَنَسِ بْنِ ماَلِكٍ قَالَ النَّبُّى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا ماَ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ وَرَسُوْلِهِ
Artinya:
“ Dari Anas Bin Malik berkata: Bersabda Nabi Saw: Telah kutinggalkan atas kamu sekalian dua perkara, yang apabila kamu berpegang kepada keduanya, maka tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya”. [1]
     Dalam islam, budi pekerti merupakan refleksi iman dari seseorang sebagai contoh(suri tauladan) yang pas dan benar ialah Rasullah Saw. Beliau memiliki akhlak yang sangat mulia, agung dan teguh. Sehingga tidak mustahil kalau Allah memilih beliau sebagai pemimpin umat manusia. Akhlak di dalam ajaran islam sangat rinci,  sistematis dan beralasan realitas. Akhlak  juga banyak dibicarakan tentang konsekuensi  bagi manusia yang tidak berpegang pada “ akhlak islam”.
     “Akhlak  islam” bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit social dari jiwa dan mental. Tujuan berakhlak yang baik adalah untuk mendapatkan kedamaian serta kebahagiann di dunia dan akhirat. Dua simbolis tujuan inilah yang diidamkan manusia bukan semata berakhlak secara islami hanya bertujuan untuk kebahagiaan dunia saja.



2.2  Akhlak Mahmudah dan Mazmumah
Ada 2 (dua) penggolongan akhlak secara garis besar yaitu: akhlak mahmudah (fadilah) dan akhlak mazmumah (qabihah). Di samping istilah tersebut Imam Al-Ghazali menggunakan juga istilah “munjiyat” untuk akhlak mahmudah dan “muhlihat” untuk yang mazmumah. Di kalangan ahli tasawuf, kita mengenal system pembinaan mental, dengan istilah: Takhalli, tahalli dan tajalli.
Takhalli adalah mengosongkan atau membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela, karena sifat-sifat tercela itulah yang dapat mengotori jiwa manusia.  Dan tahalli adalah mengisi jiwa ( yang telah kosong dari sifat-sifat tercela) dengan sifat-sifat  yang terpuji (mahmudah). Sedangkan tajjali artinya menampakkan diri, maksudnya ialah setelah hatinya dikosongkan lalu kemudian diisi dengan sifat-sifat yang terpuji maka dia harus selalu menampakkan dirinya pada setiap hal yang telah diperintahkan oleh Allah.[2]
v Akhlak Al  Mahmuudah adalah segala macam sikap dan tingkah laku yang baik (terpuji). Akhlak mahmudah tentunya dilahirkan oleh sifat-sifat mahmudah yang terpendam dalam jiwa yang baik.Oleh karena itu sebagaimana telah disebutkan terdahulu bahwa sikap dan tingkah laku yang lahir merupakan cermin/ gambaran dari pada sifat/kelakuan batin.
Contoh Akhlak  Al Mahmuudah
·      Al Amaanah (jujur dapat dipercaya)
Seorang mukmin harus memiliki sifat amanah, jujur dengan segala anugerah Allah SWT kepada dirinya, menjaga anggota lahir dan anggota bathin dari segala maksiat serta mengerjakan segala perintah Allah SWT secara kompleks dan permanent sehingga kawan dan lawan akan menghargai serta menaruh respect dan simpati yang baik.
·      Al Afwu ( pemaaf)
     Manusia tiada sunyi dari khilaf dan salah. Maka apabila orang berbuat sesuatu terhadap dirimu yang mungkin karena khilaf atau salah maka, janganlah mendendam padanya serta memohonlah ampun kepada Allah untuknya.



·      Al Khusyuu’ ( tekun sambil menundukkan diri)
     Kerjakanlah ibadah dengan merendah diri, menundukkan hati,  tekun serta senantiasa bertasbih dan memuja asma Allah. Menundukkan hati kepada-Nya, khusuk dikala sembayang, memelihara penglihatan, menjaga kehormatan dan jangan berjalan di muka bumi Allah dengan sombong. Tundukkanlah dirimu hanya kepada-Nya jua
·      Al Hukmu Bil Adli ( menghukum secara adil)
     Adil dalam setiap sikap artinya memberikan hak kepada yang berhak. Adil terhadap sesama manusia dalam perkataan atau perbuatan. Menegakkan keadilan haruslah tegas, berani, teguh, dan konskuen menjalankan kebenaran semata-mata karena Allah.
·      Al Ifaafah ( memelihara kesucian diri)
     Menjaga diri dari tuhmah ( tuduhan) serta menjaga diri dari berbuat dosa atau dari fitnah hendaklah dilakukan disetiap waktu. Jangan menurut panggilan nafsu atau himbauan syahwat. Karena manusia menguasai nafsu sedangkan hewan dikuasai nafsu.
·      Asy Syaja’ah ( berani)
     Yang dinamakan berani adalah keteguhan hati dalam membela dan mempertahankan yang benar, tidak mundur karena dicela, tidak maju karena dipuji, jika ia salah maka ia akan terus terang dan tiada malu mengakui kesalahannya. Berani juga berarti sanggup menghargai penderitaan atau bahaya dengan segala ketenangan dan dikala mengalami kesulitan atau malapetaka, ia tidak kehilangan akal tetapi dihadapinya dengan penuh kesungguhan dan ketetapan hati serta berusaha melepaskan diri dengan tekat yang bulat.

v Akhlak Al mazmuumah adalah perangai atau tingkah laku yang tercermin pada diri manusia
Macam – macam Akhlak Al Mazmuumah
·      Anaaniah ( egois)
     Manusia hidup tidaklah menyendiri, jadi baik buruknya perbuatan seseorang, masyarakat akan turut mengecap hasilnya. Secara normal tidak bisa seseorang  hanya bekerja untuk dirinya sendiri tanpa memperhatikan tuntutan masyaraka, sebab kebutuhan- kebutuhan manusia tiada dapat dihasilkan sendiri, seseorang akan sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat lain.
·      Al Khiyaanah ( khianat)
     Sifat khianat terkadang untuk sementara waktu tidak diketahui oleh orang lain, karena seseorang yag bersifat khianat cenderung akan berbuat apa saja untuk menutupi perbuatannya. Tapi ingatlah bahwa Allah maha mengetahui. Amanah akan membawa seseorang kepada  kelapangan rejeki sedangkan khianat akan menimbulkan kefakiran. Seseorang yang berkhianat sebenarnya tengah mencoreng keningnya sendiri dengan arang yang tidak mungkin hilang selama-selamanya ia akan dijauhi bahkan terisoler dari masyarakat luas.
·      Al Ghadhab ( pemarah)
     Orang kuat bukanlah orang  yang kuat dalam bergulat atau berkelahi tetapi kuat itu adalah yang dapat menahan dirinya dari amarah. Dari marah akan timbul empat sifat, yaitu Tahawwur ( berani membabi buta) Jubun ( pengecut yang penakut) Dayyus ( lemah hati tidak bertindak)  Syaja’ah ( berani karena benar) yang terakhir inilah yang terpuji serta mulia.
·      Al Israaf ( berlebih- lebihan)
     Maksutnya menyia-nyiakan sesuatu tanpa manfaat, melebihi batas disetiap perbuatan, misalnya menyia-nyiakan harta. Hal ini dilarang  oleh agama dan merupakan penyakit hati, mengeluarkan harta tanpa faedah, umpanya berpakaian terlalu mencolok dan makan minum yang berlebihan.
·      As Sirqah ( mencuri)
     Mencuri ialah mengambil barang yang sama sekali atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksut untuk memiliki barang tersebut. Mencuri didorong oleh keinginan untuk memperoleh barang tanpa usaha terlebih dahulu. Orang mencuri disebabkan oleh sempitnya pandangan ia hanya memandang bahwa barang curian itu menambah keuntungan diri dan keluarnya. Tanpa berfikir derita orang-orang dan keluarga yang dicuri barangnya.
·      Ar Riyaa’ ( mencari muka)
     Riya adalah syirik kecil, beribadah bukan karena Allah tetapi untuk dilihat orang lain. Timbulnya riya’ disebabkan karena seseorang membesarkan seseuatu mahkluk. Menyembuhkan penyakit ini tiada lain dengan jalan bahwa engkau pandang semua mahkluk itu tunduk dibawah kekuasan Allah dan engkau anggap semuanya itu sama-sama tiada dapat mendatangkan kesenangan dan menimbulkan bencana.

BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Akhlak islamiyah adalah merupakan system moral/akhlak yang  berdasarkan islam, yakni bertitik tolak dari akidah yang diwahyukan Allah pada nabi/Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya.
Akhlak islamiyah dibedakan menjadi dua yakni akhlak Almahuudah yaitu segala macam sikap dan tingkah laku yang baik. Dan yang kedua adalah Aklak al madzmuumah yaitu segala macam sikap dan tingkah laku yang baik. Macam- macam akhlak al mahmuudah diantaranya adalah Al Amaanah ( jujur, dapat dipercaya), Al afwu ( pemaaf), Al khusyuuk ( tekun sambil menundukan diri), Al hukmu bil Adli (menghukum secara adil), Al Ifaafah ( memelihara kesucian diri) dan terakhir Asy Syaja’ah ( berani). Sedangkan macam-macam Akhlak al madzmuuman diantaranya adalah Ananiah( egois) , Al khiyaanah ( khianat), Al Ghadhab ( pemarah), Al Israaf (berlebih-berlebihan), As Sirqah ( mencuri) dan terakhir Ar Riya’ ( mencari muka).
3.2  SARAN
Demikian makalah yang dapat kami susun,kami menyadari bahwa  dalam penulisan ini masih banyak kekurangnnya. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan guna  memperbaiki makalah yang selanjutnya. Semoga apa yang kami sampaikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua amin.










                                   

                                    Daftar pustaka
                                                                                      

Umary, Barmawie. 1995. Materia akhlak. Solo: Ramadhani.
M.Zein Yusuf.1993.Akhlaq Tasawuf.Semarang.Al-Husna.




































[1]  M. Zein Yusuf, Akhlak-Tasawuf,(Semarang:Al-Husna)hal.56

[2] Sumber : koleksi article tanya jawab dalam kolom Bahtsul Masail yang diasuh oleh K.H A. Masduqi Machfudh pada majalah PWNU.

1 komentar: